Menurut Kantor Berita ABNA, ratusan warga Bahrain berdemonstrasi Minggu lalu (9/4) dalam solidaritas dengan rakyat Palestina melawan agresi rezim Zionis terhadap jamaah di Masjid Al-Aqsa.
Palestina Aid Society bekerja sama dengan Rencana Anti-Normalisasi Nasional Bahrain menggelar aksi solidaritas Palestina dengan kehadiran Khalid Aref, Duta Besar pemerintah Palestina di Bahrain, dan Salman bin Isa bin Handi al-Mana'i, gubernur Al Muharraq, dan sekelompok pasukan nasional dan populasi politik dan perwakilan saat ini.
Para peserta membawa bendera Bahrain dan Palestina serta gambar Masjid Al-Aqsha, serta plakat yang menegaskan solidaritas bangsa Bahrain dengan Palestina.
Ebrahim al-Sheikh, kepala Lembaga Bantuan Palestina, menekankan, “Rakyat Bahrain berdemonstrasi untuk membantu saudara-saudara kita di Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa.”
Di sisi lain, Rencana Anti-Normalisasi Nasional Bahrain mengecam penyerangan Masjid Al-Aqsa dan penyerangan brutal terhadap jemaah salat serta penangkapan ratusan warga Palestina di depan mata dunia dan menyerukan kepada masyarakat internasional dan dunia khususnya Rezim Arab dan masyarakat Islam untuk mengambil tanggung jawab hukum dan kemanusiaan mereka untuk menerima terorisme Zionis yang telah melanggar hak-hak rakyat Palestina yang tak berdaya dan menodai kesucian Islam, dan segera mengambil tindakan untuk menghentikan serangan-serangan ini.
Penyerangan Masjid Al-Aqsa dan pelanggaran kesuciannya di bulan suci Ramadhan serta penyerangan brutal terhadap jemaah salat adalah kejahatan terhadap lebih dari dua miliar umat Islam di dunia. Tindakan ini jelas merupakan pelanggaran hak asasi manusia internasional yang tidak dapat diterima.